Luka Modric : Kroasia 'ingin berbuat lebih banyak' setelah mencapai semifinal Piala Dunia 2018

Sun, 2018-Jul-08 03:17

Kapten Kroasia Luka Modric menjadi man-of-the-match pada pertandingan yang berakhir  untuk kemenangan Kroasia setelah menyingkirkan tuan rumah, Rusia, melalui drama adu penalti. Tetapi bagi gelandang milik Real Madrid itu, menganggap bahwa penghargaan pribadi itu tidaklah penting, karena saat ini  mereka tengah mengejar mimpi pada Piala Dunia  dan akan melanjutkan langkahnya untuk melawan Inggris dibabak semifinal.

Playmaker  yang berhasil memenangkan gelar Liga Champions tiga kali berturut-turut dengan Real Madrid itu sebelum datang ke Rusia menepis anggapan bahwa penampilannya di Piala Dunia mungkin akan menempatkan dirinya dalam kandidat peraih Ballon d'Or.

"Yang paling penting bagi saya adalah tim nasional saya berhasil dan kami melakukan sesuatu yang besar. Kami sudah mencapai sesuatu yang besar, tetapi kami ingin melakukan lebih banyak lagi", katanya kepada wartawan.

"Di babak kedua dan di waktu tambahan kami mendominasi, kami seharusnya mampu menyelesaikan pertandingan sebelum babak adu pinalti, tapi mungkin itu tertulis di bintang-bintang bahwa kami harus melalui drama tambahan", tambahnya.

Penjaga gawang Kroasia Danijel Subasic muncul sebagai pahlawan pada babak adu pinalti dan meraih kemenangan atas Rusia. Padahal sang kiper mengalami cedera hamstring yang dia dapatkan pada babak kedua.

Subasic mengatakan kepada Modric bahwa cedera seharusnya tidak menjadi faktor utama umtuk menghalangi Kroasia melaju ke semifinal.

"Dia bisa terus melanjutkan pertandingan dan itu adalah hal yang paling penting", kata Modric tentang kipernya.

"Aku tidak yakin bagaimana hal itu mempengaruhinya. Tapi dia menyelamatkan dengan fantastis tembakan pertama dari Rusia dalam babak adu pinalti. Aku bertanya padanya dan dia bilang dia baik-baik saja, itu tidak terlalu mempengaruhi dirinya. Syukurlah semuanya baik-baik saja dengannya", Lanjutnya.

Kroasia terlihat lebih nyaman saat menjalani babak adu penalti, berhasil melesakan empat gol dari lima upaya mereka. Gelandang Barcelona, Ivan Rakitic, menjadi penentu mereka untuk mengamankan satu tempat di empat besar yang membuat air mata dari pelatih Kroasia Zlatko Dalic keluar.

"Saya terkonsentrasi di sepanjang pertandingan, tetapi setelah penalti Rakitic, emosi itu datang keluar dari saya. Kami membuat diri kami bahagia, tetapi juga semua orang di Kroasia senang saya tidak sering menangis, tetapi sekarang saya punya tujuan bagus," ujar pelatih Kroasia tersebut kepada wartawan.

"Tentu saja ada beberapa kekuatan yang tersisa untuk melawan Inggris, kami tidak akan berhenti, kami akan mencoba untuk memainkan permainan terbaik kami. Kami memiliki dua pertandingan untuk dimainkan, kami sangat termotivasi, kami akan memberikan segalanya", kata Dalic, menambahkan bahwa peluang menjadi Juara masih terbuka lebar.

"Tidak ada favorit di Piala Dunia ini, setiap pertandingan adalah 50-50 dan Anda harus bertanding habis-habisan. Yang menjadi tim favorit adalah tuan rumah. Tim yang bekerja keras, yang kompak dan bersatu, ini adalah tim yang masih ada di sini".

Bek Kroasia Dejan Lovren mengatakan status timnya sebagai underdog tidak mengganggu permainannya.

"Saya pikir kami tidak diunggulkan sejak hari pertama dan itu baik untuk kami", kata Lovren.

"Ketika Anda memiliki semua tim lainnya, Prancis, Belgia, Inggris, itu adalah tim-tim teratas sejak awal dan kami adalah tim yang diunggulkan. Mungkin kita bisa mengubah sesuatu”, tutup bek Liverpool itu.

Comment

login for comment

comented-news